Press "Enter" to skip to content

Menyelami Fanatisme yang tak Beradab

avidwijaya 0

Semakin berkembang suatu peradaban maka banyak timbul pemikiran-pemikiran baru. Kadangkala pemikiran-pemikiran tersebut bebas diserap oleh banyak kalangan dengan menelan mentah-mentah tanpa memfilter informasi yang di dapat dai suatu pemikiran tersebut. Sehingga jika sudah menyebar di suatu masyarakat maka akan menjadi suatu kebiasaan dan menjadi wajar di dalam suatu lingkungan masyarakat. Apabila pemikiran tersebut berlanjut secara turun menurun bisa jadi akan menyuburkan dogma-dogma dalam suatu nilai masyarakat. Yang menjadi masalah adalah apabila pemikiran tersebut akan membawa ke arah negatif dan menjadi kebiasaan di masyarakat  maka sangat disayangkan  dari    Sebelum berbicara lebih jauh mengenai Fanatisme ada baiknya Fanatik adalah teramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya) (kbbi)

Fanatisme menjadi sebuak kata bak sihir yang mengarah ke mencintai secara berlebihan kadang dimaknai negatif. Namun fanatik yang berlebihan itu menjadi boomerang terhadap suatu kelompok yang akibatnya mengarah kepada anarkisme dan saling serang antar kelompok lain. Sehingga perlu diperhatikan dalam melakukan suatu tindakan yang mengatasnamakan kelompok. Sehingga dalam menyikapi suatu fanatisme terhadap suatu kelompok yang perlu diperhatikan adalah bagaimana arah suatu kelompok tersebut. Apakah kelompok tersebut menjadi suatu masalah tersendiri bagi masyarakat ataupun dapat meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat.

Di Indonesia sendiri banyak sekali organisasi baik dengan latar belakang agama maupun dengan latar belakang sosial. Semua saling bersinergi positif sehingga dapat membangun peradaban yang membangun nilai-nilai dalam suatu organisasi. NAmaun demikian adakalanya suatu organisasi ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sehingg menimbulkan kegaduhan baik di intern maupun di masyarakat. Kadang suatu organisasi menjadi bahan provokasi terhadap golongan-golongan lain yang tidak sesuai dengan yang dianut oleh organsiasi dalam masyarakat. Banyak kejadian-kejadian sepele yang ringannya menjadi suatu perdebatan bahkan terjadi suatu kerusuhan sosial yang mengganggu kehidupan bermasyarakat.

Sebagai warga negara yang menganut nilai-nilai pancasila seharusnya kita harus bijak menyikapi hal tersebut. dengan penuh rasa empati. Bayangkan saja suatu ketika terjadi pembubaran kajjian yang tidak berdasar. Banyak pihak-pihak yang terprovokasi terhadap suatu hal yang belum tentu kebenarannya. Hal tersebut menjadi dilema tersendiri sebagai warga negara yang taat hukum. Hal tersebut merupakan tindakan persekusi yang mana dalam negara Indonesia persekusi merupakan pelanggaran hukum dan harus ditindak. Namun kenyataanya negara kualahan dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Bila ditinjau dari segi hukum kebanyakan pengajian yang dibubarkan tersebut sejatinya adanya provokasi terhadap ustadz-ustadz yang menyampaikan ajaran sunnah-sunnah nabi dan memurnikan suatu ibadah yang berlandaskan Al-Quran dan Hadis. Bahkan ustadz-ustadz tersebut merupakan lulusan Madinah yang tidak diragukan lagi keilmuannya. Ajaran tersebut yang disampaikan sejatinya juga tidak melenceng dari syariat Islam. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *